Cara Beternak Sapi Potong Dari Nol Sampai Panen

Cara Beternak Sapi Potong Dari Nol Sampai Panen
Usaha peternakan sapi selama ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Padahal sebenarnya usaha ini justru menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Ada banyak jutawan yang lahir dari usaha ini dan salah satunya adalah Pengusaha Sapi Haji Doni.

Untuk menjadi jutawan usaha peternakan ini tentu kita harus tau bagaimana cara beternak yang baik. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami akan memberikan wawasan mengenai Cara Beternakan Sapi Potong Dari Nol Sampai Panen.

Ini akan menjadi artikel yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang baru memulai usaha di dunia peternakan sapi. Karena disini kita benar-benar akan membahas mengenai kondisi lapangan yang akan terjadi nanti.

Oke mari kita mulai.

Usaha peternakan sapi potong dijalankan dengan beberapa tahapan. Tahapan ini meliputi Persiapan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Meskipun kegiatan usaha banyak terdapat pada tahap pelaksanaan, namun kita tetap harus melakukan persiapan dan evaluasi.

1. PERSIAPAN

Ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum menjalankan usaha peternakan sapi potong, yaitu :

- Pembuatan Kandang
Kandang yang akan dibangun memiliki ukuran tertentu dan disesuaikan dengan julah sapi yang akan dipelihara. Untuk satu ekor sapi luas kandangnya adalah 2,5x1 meter. Jadi tinggal dikalikan saja ukuran tersebut dengan jumlah sapi yang akan dipelihara.

Contohnya kita akan memelihara 10 ekor sapi. Maka luas kandangnya adalah 2,5x10 meter, Lebar 2,5 meter dan Panjang 10 meter.

Sedangkan untuk lantai kandang dibuat agak miring dengan kemiringan 10 derajat. Tujuannya agar memudahkan petugas membersihkan feses sapi. Kemudian pada bagian tengah atau belakang kandang dibuatkan saluran pembuangan feses. Saluran ini diarahkan ke kolam penampung feses atau tangki biogas yang ada di luar kandang.

- Pembuatan Kolam Penampung Feses & Tangki Biogas
Kolam ini adalah ujung saluran pembuangan feses sapi. Ukuran kolam bervariasi, namun kebanyakan peternak membangun kolam feses ini dengan ukuran 4x4x1 meter. 4 meter lebar, 4 meter lebar dan 1 meter kedalamannya.

Kalau kita ingin memanfaatkan biogas bisa dibuatkan tangki biogas berukuran 4x4x1 meter. Hanya saja tangki biogas ini dibuat tertutup dengan pipa pengeluaran gas. Untuk cara pembuatan biogas akan kami berikan penjelasan di kesempatan lain.

- Penanaman Rumput Gajah
Sejatinya sapi membutuhkan rumput hijauan sebagai sumber pakan utama. Oleh karena itu kita harus sediakan rumput hijauan tersebut. Lalu rumput apa yang akan diberikan untuk sapi? Rumput yang baik untuk sapi diantaranya Rumput Gajah, Rumput Raja, Rumput Setaria, Rumput Benggala, Rumput BD, Rumput Australia.

Sebenarnya masih ada rumput-rumput lain yang bisa dimanfaatkan, namun kami lebih menyarankan jenis-jenis rumput diatas. Karena ketersediaanya lebih mudah didapatkan dan harganya juga murah . Selain itu jumlah produksinya juga cukup banyak, terutama rumput gajah.

Lokasi penanaman rumput usahakan dekat dengan kandang. Rumput yang ditanam sebaiknya Rumput Gajah (kalau tidak ada, pilih salah satu rumput di atas). Mengenai cara menanam rumput gajah yang baik dan benar akan kami jelaskan pada kesempatan lain.

Biasanya 1 hektar lahan dapat menghasilkan 60.000 Kg rumput gajah untuk sekali panen. Bila kita memelihara 10 ekor sapi dengan konsumsi masing-masing 10% bb (anggap 30kg). Berarti kita harus menyediakan rumput 300 Kg setiap hari.

Dengan produksi  60.000 kg per hektar maka dapat memenuhi kebutuhan sapi selama 200 hari atau 6,5 bulan. Jumla ini cukup sesuai dengan target penjualan kita yang 4 bulan.

2. PELAKSANAN

-Membeli Sapi
Berhubung semua infrastruktur yang dibutuhkan telah tersedia sekarang saatnya kita membeli sapi. Ingat karena kita memulai usaha ini benar-benar dari Nol jadi kita harus membeli sapi dulu.

Adapun untuk tahap awal ini sebaiknya sapi yang dipelihara ditujukan untuk penggemukan. Dalam jangka waktu 4 bulan kita targetkan sapi ini terjual. Dengan begitu keuntungan bisa kita dapatkan dalam waktu yang relatif singkat.

Untuk target penjualan ini kita akan memanfaatkan momen hari raya Idul Adha. Mengenai usaha sapi kurban kamu bisa membaca salah satu artikel Usaha Peternakan Sapi Kurban.

Sekarang bagaimana bentuk dan kriteria sapi yang bisa digunakan untuk penggemukan? Kriterianya adalah sebagai berikut :
  1. Umur 2-3 tahun
  2. Sapi yang berumur pada kisaran umur 2-3 tahun memiliki pertumbuhan bobot badan yang sangat baik. Kalau berumur kurang 2 tahun pertumbuhan masih lamat dan yang lebih dari 3 tahun pertumbuhan daging juga sudah melambat. Jadi gunakan yang berumur 2-3 tahun. Lalu bagaimana cara mengetahui umur sapi? Baca Cara Mengetahui Umur Sapi.
  3. Bentuk tubuh simetris
  4. Tidak ada kelainan pada bentuk kaki.
  5. Dada sapi lebar
  6. Perut tidak buncit atau menggelayung.
  7. Salah satu sapi ciri-ciri sapi yang cacingan adalah perutnya buncit, namun badannya kurus. Sapi dengan bentuk ini sebaiknya tidak dibeli karena pertumbuhan bobot badan sangat-sangat kecil.
  8. Bagian bokong tidak lancip.
  9. Masih merupakan salah satu ciri sapi yang terkena cacingan. Salah satu cirinya adalah bokong lancip dan pertumbuhan bobot badannya rendah.
  10. Bulu sapi cerah
Dengan pedoman kriteria sapi diatas kita bisa sudah bisa membeli sapi kurban ini. Untuk harga bergvariasi dan tergantung jenis sapinya. Limosin dengan berat 450 Kg harganya skitar Rp 17,5 Juta. Brahman berat 400 Kg sekitar 15 Juta. Tapi untuk pemula kami sarankan sapi Bali saja, berat 200 Kg sekitar Rp 10 Juta.

- Memelihara Sapi
Setelah sapi dibeli dan masuk kandang sekarang saatnya kita melakukan pemeliharaan. Kegiatan pemeliharaan ini meliputi pembersihan kandang, pemberian pakan, perawatan dan pengobatan bila terjadi sakit.

- Pembersihan kandang & Sapi
Kandang sapi harus dibersihkan minimal 2 kali sehari, pagi dan sore hari. Kandang dibersihkan dari kotoran sapi, sisa pakan, dan juga sampah-sampah lainnya. Usaha kandang senantiasa dalam keadaan bersih.

Sebelum membersihkan kandang kita harus memandikan sapi terlebih dahulu. Bersihkan tubuh sapi dari feses dan tanah yang menempel di tubuh. Selain itu bagian kuku sapi juga harus dibersihkan dari kotoran.
Bagian kuku ini dapat menjadi penyakit mulut dan kuku yang berakibat fatal bila sapi terkena infeksi.

- Pemberian Pakan
Sapi diberikan dua jenis pakan yaitu pakan konsentrat dan pakan hijauan. Pakan konsentrat terbuat dari campuran bahan-bahan yang berprotein tinggi. mengenai cara membuat konsentrat kamu bisa baca Feses Puyuh Fermentasi Untuk Konsentrat Sapi

Sedangkan pakan hijauan bersumber dari rumput gajah yang kita tanam pada tahap persiapan. Hijauan diberikan sebanyak 10% dari berat badan setiap hari. Rumput dapat dipotong dengan ukuran 40 cm agar memudahkan sapi untuk memakannya. Selain itu rumput juga tidak terbuang-buang.

Seluruh kegiatan ini dilakukan dengan konsisten selama 4 bulan. Selama empat bulan biasanya akan terjadi pertumbuhan yang sangat signifikan pada sapi. Rata-rata pertumbuhan sapi setiap harinya sekitar 0,8 kg sampai 1,5 kg.

- Penjualan Sapi (Panen)
Sapi yang rata-rata kita beli dengan berat 200 kg dengan pertumbuhan badan 0,8 Kg per hari. Maka selama 4 bulan pertumbuhan badannya adalah 96 Kg. Dengan berat 296 Kg maka harga sapi akan naik menjadi 13 juta.

Dengan begitu keuntungan satu ekor sapi selama empat bulan adalah 3 juta rupiah. Kalikan total sapi 10 ekor berarti kita panen sebanyak 30 juta rupiah dalam 4 bulan. Apalagi dengan penjualan di hari raya idul adha maka harga sapi akan naik jauh lebih tinggi.

3. EVALUASI


Evaluasi ini merupakan tahap yang sangat krusial yang akan menjadi barometer keberhasilan usaha peternakan sapi. Adapun hal-hal yang dievaluasi adalah kenaikan bobot badan, pelaksanaan teknis, kesehatan, hingga evaluasi persiapan panen.

Pelaksanaan evaluasi ini tergantung kepada manajemen masing-masing peternak. Ada yang melakukan evaluasi kesehatan dan perkembangan bobot badan sekali seminggu, sekali dua minggu dan sekali dua bulan. Hasil evaluasi ini dicatat dan dibuatkan laporan bulannannya.

Setelah dilakukan evaluasi ini kita akan tau apakah ada yang salah selama pelaksanaan. Apabila ada maka kita harus memperbaiki kesalahan tersebut dan menghindarinya di periode salenjutnya.

Apabila ada yang ingin ditanyakan (apa saja) silahkan kirim melalui email atau kolom komentar di bawah ini.
Semoga Sukses.

Postingan terkait:

3 Tanggapan untuk "Cara Beternak Sapi Potong Dari Nol Sampai Panen"

  1. Hmm...Semoga dengan artikel ini, semakin banyak masyarakat yang berminat pada sektor peternakan..

    salam

    ReplyDelete
  2. Amin. Mudah-mudahan ya mas Tochirun Toch, karena tidak banyak orang yang menyadari peluang di Industri Peternakan. Contohnya saja industri sapi. Namun kami yakin orang-orang yang peduli seperti mas Tochirun Toch lah yang akan mewujudkannya.

    ReplyDelete
  3. JANGAN LEWATKAN PROMO MENARIK DARI KAMI

    HUBUNGI KONTAK Kami
    BBM : D8E23B5C
    WHAT APPS : +85581569708
    LINE : togelpelangi
    WE CHAT : togelpelangi
    LIVE CHAT 24 JAM : WWW-ANGKAPELANGI-NET

    Ayo coba keberuntungan anda
    jutaan rupiah menunggu anda

    ReplyDelete