Kenapa Anak Ayam Tiba-Tiba Lumpuh dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Anak Ayam Lumpuh dan Bagaimana Cara Mengobatinya

Kenapa Anak Ayam Tiba-Tiba Lumpuh dan Bagaimana Cara Mengatasinya. Setelah beberapa hari sana-sini mencari ide artikel yang cocok akhirnya kami menemukan inspirasi dari sebuah pertanyaan seorang peternak. Ia memiliki usaha peternakan ayam potong sekitar 3.000 ekor. Ada dua ekor anak ayamnya yang lumpuh hingga tidak bisa berjalan. Kemudian ia bertanya “kenapa anak ayam tiba-tiba lumpuh?”.

Dari pertanyaannya dapat kita simpulkan bahwa peternak ini ingin mendapatkan penjelasan bagaimana hal itu bisa terjadi. Apa yang membuat ayamnya menjadi lumpuh. Ia berharap setelah mengetahui penyebab masalah ini maka ia dapat mengatasinya agar tidak terjadi lagi kasus serupa di periode selanjutnya. 

Sebenarnya banyak orang-orang yang berkomentar membalas pertanyaan ini. Ada yang menjawab karena patah kaki, ada yang turut prihatin atas musibah tersebut hingga ada juga yang menjual obat kuat yang notabene tidak ada hubungannya sama sekali. 

Setelah membaca komentar dari orang-orang yang merespon pertanyaan tersebut, ternyata belum ada jawaban yang mampu memuaskan peternak ini. Oleh karena itu kami tertarik untuk berpartisipasi memberikan penjelasan Kenapa Anak Ayam Tiba-Tiba Lumpuh dan Bagaimana Cara Mengatasinya. Semoga artikel ini dapat menjadi jawaban untuk orang-orang yang mengalami hal serupa. 

Seperti yang telah kita ketahui bahwa periode awal kelahiran atau penetasan pada ayam merupakan masa yang sangat kritis. Pada periode ini kondisi fisik anak ayam belum stabil dan rentan terkena serangan penyakit. Perlu perhatian intensif dalam merawat anak ayam, membersihkan kandang, mengatur suhu kandang hingga memberikan pakan agar anak ayam tersebut dapat tumbuh dengan optimal. 

Lengah sedikit saja pada masa kritis ini akan ada banyak ayam yang mati dan terkena penyakit. Apalagi bila kelalaian terjadi dalam pembersihan kandang. Baik itu kelalaian karena tidak membersihkan kandang, jarang membersihkan kandang, malas membersihkan tempat pakan dan sebagainya semua berpotensi mengancam kalangsungan hidup anak ayam. 

Dari kandang yang kotor akan tumbuh bibit-bibit penyakit yang menyerang anak ayam. Penyakitnya bermacam-macam mulai dari berak darah, Newcastle Desease, berak kapur, diare dan sebagainya. Seperti halnya puyuh, ayam bisa terkena berbagain penyakit. Hanya saja penyakitnya dan Cara Pengobatan Penyakit nya sedikit berbeda dengan ternak puyuh. 

Bila ayam sudah terkena penyakit biasanya pertumbuhannya tidak akan bagus lagi. Bahkan kalau tetap dipelihara akan membuang pakan saja. Karena nutirisi pakan yang dikonsumsi ayam akan diarahkan untuk perbaikan sel dan pemulihan kesehatan ayam. Pada tingkat ekstrim penyakit bisa menyebabkan kematian massal pada anak ayam. 

Mengenai masalah penyakit lumpuh tiba-tiba pada ternak ayam. Kelumpuhan tidak terjadi secara bertahap. Tidak ada ciri-ciri khusus sebelum terjadinya kelumpuhan ini. Kalaupun ada paling hanya terlihat sehari sebelum ayam lumpuh total. Ayam tampak sedikit pincang. 

Karena proses kelumpuhan terjadi di dalam tubuh ayam, kita tidak dapat melihat dengan mata telanjang. Hal yang kita lihat hanyalah ayam yang sudah lumpuh dan tidak dapat berdiri lagi. Walaupun tubuhnya masih sehat dan tidak layu (seperti terserang ND) namun ia tidak dapat lagi berjalan. Hanya terkapar di atas lantai sekam. Sehingga kita tidak dapat memberikan pertolong cepat untuk mengatasi masalah ini. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengantisipasi penyebab kelumpuhan itu sendiri.

Untuk pertanyaan “Kenapa Anak Ayam Tiba-Tiba Lumpuh?”, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hal ini terjadi :
Ayam Lumpuh dan Cara Mengobatinya

1. Terjadi kecelakaan atau benturan pada saat distribusi anak ayam.

Penyebab ini biasanya terjadi pada peternakan yang membeli bibit dari perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan tersebut memproduksi puluhan hingga ratusan ribu bibit setiap periode. Agar tercapai efisiensi dalam operasional maka proses distribusi harus dilakukan secepat mungkin. 

Disinilah terjadinya kecelakaan. Karyawan kandang sering membawa bibit dalam jumlah banyak. Ada yang mengambil bibit lima ekor ayam dengan satu tangan. Akibatnya ayam ada yang terluka. 

Pada saat itu mungkin bibit ayam ini masih bisa berdiri, namun seiring perjalanan menuju peternak tentu peternak tidak ada yang tau mengenai masalah kecelakaan selama distribusi ini. Setelah beberapa hari barulah terjadi kelumpuhan akibat luka pada bagian kaki anak ayam.

Selain itu bagi perusahaan yang menggunakan teknologi mesin dalam packaging dan distribusinya juga bisa terjadi resiko kecelakaan ini. Seperti yang banyak menjadi isu masalah animal welfare akhir-akhir ini. Di pabrik peternakan anak ayam yang baru menetas diangkut oleh mesin secara otomatis dan dipindahkan ke jalur-jalur mesin lainya dan berulang-ulang.

Pada saat pemindahan inilah sering anak ayam terbentur dengan dinding mesin. Ada juga yang jatuh dengan pendaratan yang tidak sempurna. Walaupun tidak terlalu tinggi tapi bila salah pendaratan tetap saja bisa terjadi kecelakaan. Ditambah lagi anak ayam ini belum bisa bergerak dengan aktif seperti halnya ayam dewasa. Inilah salah satu penyebab terjadinya kelumpuhan pada ternak ayam. 
Penyebab Ayam Lumpuh

2. Kekurangan nutrisi kalsium dan posfor dalam pakan.

Dalam menyusun ransum untuk pakan ayam ada standar kebutuhan nutrisi ayam per harinya. Artinya kandungan nutrisi ransum yang dibuat harus mampu memenuhi jumlah kebutuhan nutrisi ayam selama satu hari. Baik itu kebutuhan protein, energi, lemak, kalsium, posfor dan nutrisi lainnya.

Berapa jumlah kebutuhan nutrisi ayam per harinya, dapat dilihat pada tabel NRC yang telah diakui oleh seluruh dunia. Tabel NRC ini merupakan hasil penelitian yang sangat intensif dan telah dilakukan sejak dulu oleh para pakar peternakan.

Dalam tabel NRC ini disajikan berapa jumlah kebutuhan nutrisi seekor ayam per harinya. Tidak hanya kebutuhan secara umum namun juga dijelaskan kebutuhan berdasarkan usia ayam. Angka-angka pada tabel NRC ini sudah menjadi standar nasional dan kita menggunakannya.

Bila tidak dapat menemui tabel NRC tersebut bisa juga kita lihat pada penelitian-penelitian para ahli peternakan yang ada. Ambil penelitian dari dosen besar di suatu universitas dan juga dari jurnal peternakan indonesia. Butuh kerjakeras dan ketekunan melakukan ini.

Adapun faktor pakan yang menyebabkan kelumpuhan pada ternak ayam adalah karena ternak kekurangan kalsium dan posfor. Kalsium dan posfor berfungsi untuk membentuk pertumbuhan tulang. Baik tulang pada kaki maupun tulang-tulang pada bagian tubuh lainnya. Bila kebutuhan kandungan kalsium dan posfor dalam suatu ransum tidak mencukupi tentu ayam tidak dapat tumbuh dengan optimal.

Selain itu ayam yang kekurangan kalsium akan menyebabkan tulang ayam menjadi rapuh dan keropos. Apalagi berat badan ayam sangat cepat bertkembang. Sehingga pada saat berat badan ayam sudah tidak tertopang lagi oleh tulang yang kekurang kalsium dan pofor ini. Akhrinya ayam menjadi lumpuh dan tidak bisa lagi menggerakannya kaki.

Seperti sebuah bangunan rumah. Saat tiang-tiang utama sudah rapuh maka ia akan roboh karena beban atap yang diluar daya tampungnya.

Cara Mengatasinya
Itu beberapa hal yang menyebabkan ayam menjadi lumpuh. Selama ini kasus kelumpuhan yang sering terjadi biasanya disebabkan dua hal diatas. Untuk mengatasi masalah ini agar tidak terjadi lagi di periode selanjutnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Hindari menggunakan bibit dari pabrik.

Bila memungkinkan sebaiknya jangan membeli bibit ayam dari pabrik atau perusahaan besar lagi. Kalaupun harus membeli dari pabrik, laporkan kepada manajer operasional perusahaan bahwa ayam yang sebelumnya kita beli ada yang lumpuh total setelah dipelihara beberapa hari. Dengan memberikan laporan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan di periode selanjutnya. Setelah itu biasanya mereka akan mencarikan solusi masalah tersebut.

Apabila tidak ada tanggapan dari perusahaan tersebut mengenai laporan kita, sebaiknya cari perusahaan lain yang lebih baik lagi. Kalaupun harga bibit sedikit lebih mahal tidak apa-apa. Karena kita jauh lebih rugi bila membeli ayam yang lumpuh dan terus makan ransum daripada membeli bibit yang sedikit lebih mahal namun sehat dan bisa tumbuh dengan optimal. 

2. Pastikan kandungan nutrisi pakan memenuhi kebutuhan nutrisi ayam

Seperti yang telah dijelaskan bahwa kekurang Kalsium dan Posfor dalam pakan ayam menjadi salah satu penyebab kelumpuhan. Untuk mengatasi ini kita harus menyusun ransum yang tepat. Bisa dengan menyusun sebanyak satu kilogram saja terlebih dahulu.

Setelah kita menyusun ransum dalam jumlah kecil (1 kilogram saja) selanjutnya kita dapat menganalisa kandungan ransum tersebut ke laboratorium. Apakah kadar nutrisinya sudah memenuhi kebutuhan ayam atau belum. Bila belum memenuhi sebaiknya ulang lagi menyusun formulasi ransum yang lebih tepat. Kalau perlu analisa juga kandungan nutrisi bahan ransum agar hasil lebih akurat. Kemudian diulangi lagi memeriksa ke laboratorium. 

Setelah mendapatkan susuran yang pas barulah diberikan kepada ayam. Biasanya pada tahap ini seharusnya sudah tidak terjadi lagi kasus serupa yang diakibatkan malnutrisi. Kalau kamu kebingungan mengenai masalah nutrisi ada baiknya mempelajari Dasar-Dasar Ilmu Pakan terlebih dahulu.

Setelah diketahui ayam terkena penyakit lumpuh, peternak mencoba mencari cara untuk mengobatinya. Ada dengan menggunakan obat tradisional lumpuh kaki, obat ostelin, bacomp plus dan sebagainya. Namun tindak paling baik adalah tindakan preventif.

Kondisi peternakan ayam potong saat ini adalah peternak sudah terbiasa menemukan kejadian tersebut. Setiap periode pemeliharaan selalu saja ada yang lumpuh. Namun bagi mereka ini bukanlah masalah yang serius. Mereka menganggap bahwa kelumpuhan tersebut merupakan bagian dari resiko usaha.

Meskipun terlihat terlalu santai dan tidak ambil pusing akan tetapi peternak tetap optimis menjalankan usaha. Peternak tetap yakin bisa meraih keuntungan dari usaha peternakan ayam potong ini. Bahkan banyak juga dari mereka yang berencana membangun kandang-kandang baru dengan kapasitas yang sama.

Bila kita lihat persentase ayam yang terkena kelumpuhan dibandingkan dengan jumlah populasi akan didapatkan angka yang sangat kecil. Untuk populasi 3.000 ekor puyuh hanya 4 ekor ayam yang terkena kelumpuhan dalam satu periode. Persentase yang luar biasa kecilnya.

Wajar bila peternak tidak terlalu khawatir dengan resiko kelumpuhan ayam. Mereka telah memiliki banyak pengalaman dan mengetahui berapa persentase kerugian dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan pada saat panen.

Meskipun demikian kami sangat menyarankan peternak untuk tetap concern dan waspada terhadap segala ancaman usahanya. Walaupun pengalaman mengatakan bahwa peternak akan tetap untung walaupun terjadi kelumpuhan beberapa ekor ayam, siapa tau apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa saja separuh populasi terkena kelumpuhan ini bila peternak tidak concern

Tindakan yang paling tepat dilakukan oleh peternak adalah tetap optimis untuk menjalankan usaha peternakan seperti biasanya. Kemudian melakukan tindakan-tindakan preventif agar tidak terjadi kelumpuhan lagi pada masa yang akan datang. 

Demikianlah artikel Kenapa Anak Ayam Tiba-Tiba Lumpuh dan Bagaimana Cara Mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi solusi bagi permasalahan peternak Indonesia. Bagi kamu yang memiliki pengalaman serupa silahkan bagikan juga melalui kolom komentar di bawah ini. Semoga Sukses.

Postingan terkait:

6 Tanggapan untuk "Kenapa Anak Ayam Tiba-Tiba Lumpuh dan Bagaimana Cara Mengatasinya"

  1. Replies
    1. Yups... Sama-sama gan. Semoga bermanfaat.
      Sepertinya agan sedang mengalami masalah tersebut di farm yaah?

      Well... Biar tetap update silahkan subscribe kita melalui form subscribe pada bagian kanan halaman ini gan. Nanti kita akan sharing segala masalah peternakan yang benar-benar terjadi di lapangan.

      Goodluck gan untuk usahanya

      Delete
  2. perlukan ayam import filipin
    01131429766
    tawau sabah malaysia
    #facebook# mohdyasserj@yahoo.com
    pertanya pun bole

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah ada iklan dari tetangga yaa...

      titip salam sama Upin & Ipin ajalah kalo gitu :D

      Delete
  3. Aduuh tolong anak ayamku pincamg, Aku sangat sayang padanya...

    ReplyDelete
  4. untuk masalah "pincang" ini memang sering terjadi gan. Terutama untuk anak ayam yang masih muda.

    Penyebab terjadinya bisa karena terjepit ataupun memang karena kelainan genetik.

    Untuk mencegah hal tersebut berikan nutrisi yang lengkap (mineral) serta kandang yang layak. jangan sampai kaki anak ayam terjepit di sela2 kandang.

    Untuk ayam yang sudah terlanjur pincang rasanya sudah sangat kecil harapan untuk membuat.a normal. apalagi kalau ayamnya sudah dewasa.

    Saran saya sebaiknya agan perbaharui manajemen pemeliharaan agan untuk beternak ayam yang selanjutnya.

    ReplyDelete