Ini yang Menyebabkan Kamu Gagal Menetaskan Telur

Penyebab Gagal Menetaskan Telur
Selama ini menjalankan usaha penetasan belum pernah terjadi kesuksesan penetasan hingga 100%. Walaupun telah menggunakan mesin tetas yang mampu mengontrol suhu penetasan tetap konstan. Pasti selalu ada yang tidak menetas.

Setelah beberapa kali melakukan penetasan, tingkat keberhasilan tertinggi yang pernah kami dapatkan adalah 75%. Itu dengan membalikan telur 3X sehari.

Banyak peternak yang mengeluhkan masalah ini. Jadi apa saja hal yang menyebabkan rendahnya keberhasilan penetasan?

Berikut kami sampaikan beberapa hal yang dapat menyebabkan kegagalan dalam penetasan telur (berdasarkan pengalaman lapangan kami) :

Pertama - Membeli Telur dari Peternak

Ini adalah kesalahan vital. Jangan pernah membeli telur yang akan ditetaskan dari peternak. Karena kita tidak tau apa yang telah terjadi pada telur-telur tersebut. Apakah telur tersebut sudah terendam lumpur, masuk genangan air atau telah berumur seminggu.

Biasanya telur yang telah direndam air kemungkinan menetasnya benar-benar rendah. Kalau dipersentasekan mungkin tingkat menetasnya hanya 15%. Apalagi kalau sudah berumur 1 minggu tentu sudah tidak segar lagi.

Kedua - Membalikan Telur Tidak konsisten

Bila kita memutuskan membalikan 2 kali sehari maka harus konsisten seterusnya 2 kali sehari. Begitu juta bila kita memilih 3 kali sehari. Namun bila tidak konsisten maka penetasan akan berkemungkinan gagal.

Contohnya kamu membalikan telur 3 kali sehari pada minggu pertama. Namun karena seibuk dan banyak kegiatan kamu membalikannya 2 kali sehari pada minggu kedua. Setelah itu pada minggu ketiga kamu balikkan lagi 3 kali sehari. Inilah yang menyebabkan kegagalan.

Ketiga - Suhu Mesin Tetas Tidak Konsisten

Apabila lampu sering mati di tempat kamu. Sebaiknya pikir-pikir dulu menetaskan telur menggunakan lampu pijar. Karena bila sering terjadi maka suhu mesin tetas sudah tidak konsisten lagi.

Kami pernah mengalami mati lampu selama 4 jam pada saat periode penetasan. Hasilnya tingkat keberhasilan yang kami dapatkan hanya 43%.

Keempat - Telur Tidak Dibuahi oleh Pejantan

Pada dasarnya ayam betina akan tetap memproduksi telur walaupun tidak dikawini ayam jantan. Bedanya adalah telur tersebut tidak dibuahin atau sehingga tidak akan menetas menjadi anak ayam.

Solusinya dengan menggunakan telur dari induk yang memiliki penjantan. Untuk perbandingan penjantan dan betina ini paling banyak 1 : 5. Bisa lebih namun kami rekomendasikan 1 (jantan) : 5 (betina) karena lebih ideal.

Kelima - Telur Sering Terkena Benturan

Telur yang sering terkena goncangan atau benturan juga menurunkan tingkat keberhasilannya. Sering kami perhatikan pada saat membalikan telur (terutama yang tidak bersekat), sering terjadi benturan dari telur lain. Rata-rata telur yang terkena benturan sering tidak menetas.

Jadi sebaiknya kita menggunakan mesin tetas yang memiliki sekat-sekat khusus. Dengan demikian membalikan telur lebih mudah dan telur pun tidak tergoncang atau terbentur.

Mungkin kamu juga memiliki pengalaman seputar penyebab kegagalan penetasan, silahkan sampaikan di kolom komentar di bawah ini untuk membantu orang rekan peternak lainnya. Terima Kasih. 

Postingan terkait:

5 Tanggapan untuk "Ini yang Menyebabkan Kamu Gagal Menetaskan Telur"

  1. Oh, ternyata kalau menetaskan telur itu juga harus dibolak-balik toh. Pantas saja dulu telur yang saya tetaskan gak pernah jadi. Sebab gak pernah saya balik sih. :-/

    ReplyDelete
  2. Benar sekali mas Ayahe Mela, kami pernah mengurangi frekuensi membalikan telur dari 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari. Hasilnya lebih banyak menetas yang 3 kali sehari. Mulai saat itu kami membalikan telur tetas 3 kali sehari. Silahkan dicoba lagi mas penetasannya mas.

    Semoga Sukses mas Ayahe Mela

    ReplyDelete
  3. Admin saya mengalami kematian atau kegagalan saat telurnya berusia kurang lebih dua minggu,saat di senter di minggu pertama masih merah uratnya,dn d mnggu kedua sebagian kecil embrionya mati,apa penyebabnya min

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya kejadian tersebut disebabkan karena :

      1. penghangatan (pencahayaan) tidak stabil. Kalau agan menggunakan mesin tetas, bisa jadia karena mesin tetasnya sering mati. Apalagi kalau sempat lampu mati lewat dari 1 jam. ini yang menyebabkan kematian pada embrio.

      2. karena memang telur tersebut yang lemah dari semenjak ditelurkan induknya.

      Namun tampaknya yang terjadi pada agan karena penyebab yang no.1

      Saran saya... jaga agar cahaya atau kehangatan ruang penetasan tetap stabil. agan bisa menggunakan genset pada saat lampu mati. Seperti perusahaan besar mereka mempunyai generator cadangan yang siap menggantikan arus listrik yang padam.

      Delete
  4. Admin saya mengalami kematian atau kegagalan saat telurnya berusia kurang lebih dua minggu,saat di senter di minggu pertama masih merah uratnya,dn d mnggu kedua sebagian kecil embrionya mati,apa penyebabnya min

    ReplyDelete