Daging Impor Masuk ke Pasar Indonesia? - So What...!!!

Daging Impor Masuk Ke Pasar Indonesia
Baru-baru ini kita dikejutkan dengan seorang oknum importir yang menyelundupkan daging sapi beku ke Indonesia. Dengan modus mengatakan (dalam dokumen perijinan) bahwa itu adalah kulit olahan (wet blue). Padahal isi sebenarnya adalah daging beku.

Kamu mungkin berkata "So what?"
"lalu kenapa kalau ada daging beku ilegal masuk ke Indonesia?"

Untuk menjawab pertanyaan kamu ini, kami akan berikan analogi sederhana agar lebih mudah dipahami.

Saat daging beku impor masuk ke pasar domestik, harga jual daging akan jatuh. Mengapa? Karena jumlah penawaran telah bertambah (meningkat) sedangkan angka permintaan tetap. Dengan kondisi ini otomatis harga jual daging menjadi rendah.

Anggap saja  di sebuah pasar ada 10 kios daging sapi (daging sapi lokal). Tiba-tiba datang pedagang baru yang membawa daging (beku) dari luar negeri. Kemudian dia juga membuka kios baru di pasar tersebut. Dengan begini jumlah pedagang daging sekarang tellah bertambah menjadi 11 kios.

Kalau sebelumnya (hanya ada 10 kios) menjual daging dengan harga 90 ribu per kilo sangat mudah. Karena jumlah permintaan konsumen dengan penawaran pedagang sama banyak. 

Tapi sekarang karena sudah ada 11 kios berarti jumlah penawaran meningkat, sedangkan jumlah permintaan tetap. Tentu para pedagang harus berebutan untuk menjual dagingnya. Karena yang menjual sudah berebutan sedangkan yang membeli tidak, otomatis pembeli (konsumen) akan membeli daging yang lebih murah.

Inilah masalah yang sedang terjadi saat ini. Latar belakang ini jugalah mengapa peternak sangat anti imporatasi daging. Selain itu daging atau sapi di India masih bermasalah dengan penyakit mulut dan kuku.

Lalu sekarang apa yang harus kamu lakukan agar tetap survive?

Pertama - Simpan Saja Sapimu

Berhubung harga jual daging sudah rendah, untuk kamu peternak sapi yang kami sarankan adalah "Simpan Saja Sapimu". Artinya sapi kamu jangan dijual atau dipotong saat ini. Terus saja gembalakan dulu sampai harga normal atau naik. Sambil menunggu harga naik daging sapi juga ikutan naik.

Kedua - Jual Daging Secepatnya

Untuk kamu pedagang daging sapi, kami sarankan untuk menjual daging sapi secepatnya. Jangan tunggu harga jatuh baru dijual. Dengan menjual daging secepatnya artinya kita tidak terkena resiko daging busuk. Selain itu masih bisa untung tipis ataupun balik modal. Yang penting daging terjual cepat

Kalau kita tidak jual daging cepat yang terjadi adalah daging semakin lama makin tidak segar. Harga daging semakin hari semakin menurun. Kalau harga sudah jatuh dalam tentu daging sudah tidak segar lagi. Artinya kita dua kali rugi. Sudahlah harga murah ditambah lagi daging kita sudah berhari-hari. Bisa-bisa tidak ada yang membeli itu daging.

Ketiga - Tetap Jual Daging, Namun Dalam Jumlah Kecil

Walaupun saat ini kamu tengah dalam masalah gejolak harga, pelanggan kamu tidak perlu tahu masalah itu. Kamu harus tetap penuhi permintaan daging mereka. Ini untuk menjaga citra kios kamu, karena kalau kios buka tutup buka tutup tidak karuan maka pelanggan akan bingung.

Caranya adalah dengan tetap menjual daging sapi, tapi dalam jumlah yang secukupnya saja. Perkirakan saja daging sapi habis dalam satu hari.

Kalau jumlah sangat kecil kamu bisa patungan membeli sapi dengan pedagang lain. Mungkin satu ekor sapi untuk 2 atau 3 pedagang.

Setelah harga normal baru kami restock lagi daging sapi dengan jumlah normal tadi.

Keempat - Konsolidasi Pemerintah

Pemerintah memiliki kuasa untuk mengatur kelancaran dan kestabilan harga di pasar. Termasuk juga mengontrol harga daging sapi agar tidak melonjak/turun. Saat terjadi penurunan harga sapi kita bisa laporkan kepada pemerintah.

Apabila ada daging sapi impor ilegal yang dijual di pasar, pemerintah bisa menyegel kios-kios curang tersebut yang membuat harga anjlok. Apalagi bila daging yang terkena penyakit mulut dan kuku. Pedagang akan disidak oleh petugas.


Kelima - Belilah Daging Produksi Dalam Negeri

Untuk kamu para konsumen daging sapi, belilah daging yang berasal dari dalam negeri. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Bagi konsumen yaitu mendapatkan daging segar yang baru dipotong subuh hari. Sedangkan daging impor sudah berhari-hari yang lalu sapinya dipotong. 

Bagi pedagang dan peternak, Keuntungan (laba usaha) didapatkan oleh pedagang dan peternak lokal. Tanpa disadari dapat menghidupi keluarga mereka. Selain itu, semangat mereka akan bertambah dalam berusaha (yang sekaligus menggerakan roda perekonomian).

Demikianlah beberapa saran yang bisa kamu lakukan saat daging impor masuk ke pasar tradisional kita.
Bukan bermaksud untuk mendiskriminasi pedagang manapun, namun kita sangat peduli akan kesehatan dan keselamatan konsumen.

Selain itu mendukung pengusaha daging lokal adalah hal penting yang akan memberikan dampak positif. Terutama pengusaha yang fair dan jujur. Bukan pengusaha atau importir licik.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Daging Impor Masuk ke Pasar Indonesia? - So What...!!!"

Post a Comment