Studi Kasus Ternak Puyuh

Pada kesempatan kali ini kami akan meberikan panduan beternak puyuh. Kali ini kita akan lakukan dengan cara yang berbeda. Kalau selama ini kita hanya malakukan pembahasan secara general saja, kali ini kita bahas secara detail dan fokus.

Panduan ini akan dibahas dalam beberapa topik utama. Setiap topik akan dibahasa secara detail. Kalau ada beberapa pembahasan lagi di dalam satu topik maka kita akan buat "sub-topik". Dengan begitu semua permasalahan benar-benar dibahas secara detail.

#1. Latar Belakang Peternakan Puyuh

Pertama adalah latar belakang usaha peternakan puyuh. Segala sesuatu yang ada di dunia ini terjadi karena sebab. Kamu membaca artikel ini di-SEBAB-kan karena membutuhkan informasi peternakan puyuh. Karyawan bekerja di-SEBAB-kan karena ingin mendapatkan gaji (Uang). Orang berdagang juga di-SEBAB-kan karena ingin berbisnis.

Sedangkan usaha peternakan puyuh ada di-SEBAB-kan karena ada permintaan. Apa yang diminta oleh pasar? yaitu produk peternakan puyuh yang berupa telur puyuh dan daging puyuh.

Bicara tentang permintaan produk peternakan puyuh kamu mungkin bertanya "Berapa sih permintaan telur puyuh?".

Jumlah permintaan telur dan daging puyuh nasional sampai saat ini belum ada ditemukan data resminya (terutama untuk tahun 2016). Peternak hanya mengetahui bahwa jumlah permintaan telur puyuh saat ini tidak terpenuhi.

Hal ini dibuktikan karena telur puyuh yang diproduksi oleh farm mereka tidak cukup untuk memenuhi permintaan pengepul dan juga pedagang.

Bahkan sebelum telur puyuh ini keluar sudah ada pedagang yang memesannya. Agar ia tidak didului oleh pembeli lainnya. Artinya disini memang benar bahwa permintaannya tinggi telur puyuh tinggi.

Dalam situs entrepreneur.bisnis.com mereka juga mengatakan bahwa permintaan telur puyuh untuk wilayah jakarta saja 12,5 juta butir per minggu. Tapi hanya terpenuhi sebanyak 3,5 juta butir. Itu baru di daerah Jakarta belum termasik di daerah-daerah lainnya.

Tanpa melebih-lebihkan berita ini, kami ingin kamu tau bahwa peternakan puyuh sangat sangat menjanjikan. Mulai hari ini sebaiknya kamu mulai membangun kandang puyuhmu.

#2. Memulai Usaha Peternakan Puyuh

Untuk memulai usaha puyuh ini sebagian orang mungkin langsung berfikir MODAL. ya yaa... memang benar memulai usaha butuh modal. Tapi yang paling dasar harus disiapkan dulu adalah Keyakinan dan Mental kamu.

  • Keyakinan

  • Hal yang pertama kamu benarkan adalah Keyakinan kamu sendiri. Apakah kamu yakin atau tidak menjalankan usaha peternakan puyuh kamu. Apakah kamu benar-benar yakin bisa sukses di industri ini. 
    Jawabannya Kamu Harus Yakin. Kalau kamu tidak yakin atau separuh yakin, sebaiknya urungkan saja niatmu jadi pengusaha dan jalani saja hidupmu yang seperti saat ini sampai kamu tua. Rasanya tidak ada usaha apapun yang sukses tanpa keyakinan.
    Tapiii... Kalau kamu YAKIN. So, Welcome to Freedom. Kamu harus pertahankan keyakinan itu sampai kapanpun. Sampai usaha kamu sukses kamu tidak akan pernah berhenti berjuang.
  • Mental

  • Satu hal yang perlu kamu ketahui adalah "Tidak ada bisnis yang tidak ada resiko", Kalau ada orang yang menawarkan investasi tanpa resiko hati hati kamu sedang ditipunya. Semua bisnis memiliki resiko, oleh karena itu kamu harus siap menghadapi resiko itu. Mungkin resiko kerugian, resiko pencurian ataupun resiko lainnya
    Dengan mental yang siap menerima resiko kamu akan kuat dan tangguh dalam kondisi apapun. Mau rugi atau untung kamu sudah siap. Tapi kamu tidak perlu takut dengan resiko karena resiko bisa di-manage.
2 hal dasar di atas adalah pondasi kesuksesan kamu. Seperti membangun rumah bila pondasi sudah kuat maka rumah yang beratnya 10 ton pun akan bisa berdiri dengan kokoh. Namun kalau pondasinya lemah bangunannya akan lemah dan goyah juga.

Kamu mungkin berfikir ini hanyalah masalah psikologis. Namun jangan dianggap remeh, banyak orang yang gagal karena pondasi dasarnya yang lemah. Saat rugi sedikits saja langsung down. Saat produksi kecil langsung patah semangat. So perkuat dulu pondasi kamu.

Setelah pondasi kamu kuat barulah kita lanjutkan membahas masalah modal.

MODAL
Menjalankan usaha memang membutuhkan modal. Tanpa modal usaha tidak akan bisa jalan. Kamu boleh tunjuk usaha mana saja di dunia ini, semuanya pasti membutuhkan modal.

Selama ini yang jadi masalah adalah orang selalu menganggap bahwa Modal harus berasal dari kita sendiri. Saat ingin manjalankan usaha peternakan puyuh orang biasa langsung melihat saldo rekeningnya. Karena saldonya tidak mencukupi akhirnya mundur. Usaha tidak jadi jalan.

Padahal sebenarnya modal usahat tidak harus dari diri sendiri. Kita bisa manfaatkan sumber-sumber modal lain.

Sumber Modal

Sekarang kita harus merubah mindset ini. Modal usaha tidak selalu datang dari diri sendiri. Modal bisa dari luar (dompet kita). Di bawah ini kami akan sampaikan sumber modal yang bisa kamu manfaatkan.

  1. Saudara, Keluarga dan Kawan
  2. Setiap orang memiliki saudara, keluarga dan kawan. Kamu bisa meminjam uang dari mereka. Triknya begini, jangan pinjam pada satu orang dalam nominal yang besar. Pinjam ke beberapa anggota keluarga dalam nominal yang kecil. Semakin banyak semakin kecil. Dengan begitu tidak akan berat bagi mereka untuk membantu kamu.
     
    Tidak hanya terasa lebih ringan bagi mereka, tapi juga terasa ringan buat kita pengusaha. Menurut pengalaman saya lebih baik begitu. Biasanya hutang yang tidak terlalu besar lebih gampang diminta kelonggaran mebayar telat. Sedangkan kalau hutang besar di satu orang akan sangat sulit.
     
  3. Mitra
  4. Kalau tidak ada saudara, keluarga atau teman yang bisa meminjamkan modal. Kamu bisa membuat kerjasama dengan seorang mitra (Pengusaha yang sudah maju atau investor yang potensial). Caranya adalah dengan memakai sistem kepemilikian saham. Kamu bisa patungan untuk modal. 
     
    Selanjutnya tentukan persentase kepemilikian masing-masing mitra. Setelah usaha jalan dan mendapatkan keuntungan, kamu bisa adakan RUPS kecil-kecilan. mau diapakan keuntungan yang didapatkan, untuk ekspansi atau dibagikan kepada mitra.
     
    Kalau rugi tidak bisa dituntut, karena investasi pasti ada resikonya. Tapi jangan sekali-kali kamu berbuat curang. Karena kecurangan biasanya selalu membuat usaha bangkrut dalam waktu singkat.

  5. Bank
  6. Saya rasa opsi diatas bisa terwujud dengan memberikan presentasi yang baik. Namun kalau masih tidak bisa kamu bisa ajukan pinjaman modal usaha ke pihak bank. Bisa menggunakan KUR (kredit Usaha Rakyat) atau program reguler lainnya. Apalagi sekarang bunga pinjaman turun jadi 4%.

  7. Program Hibah
  8. Pihak Kementrian dan Dinas memiliki program-program khusus yang membantu pengusaha baru mewujudkan usahanya. Seperti Dinas Koperindag, Dinas Perindustrian dan Dinas Peternakan biasanya memberikan bantuan modal berupa pembuatan kandang, bibit puyuh, mesin pakan dan pelatihan. 
    Kamu bisa manfaatkan peluang ini, paling tidak untuk menambah beberapa kebutuhan awal. Dengan begitu modal bisa diminimalisir.
Sekarang kamu sudah mengetahui sumber-sumber modal yang bisa kamu manfaatkan. Cara pembayaran juga bisa kamu sesuaikan. Mungkin dengan cara dicicil per minggu atau hasil penjualan dibagi dua.

Kalau sudah tau sumber modal, selanjutnya tentu kita harus tau dulu berapa modal yang dibutuhkan. Apa saja yang akan dibeli dan dibayar. Dengan begitu kamu bisa menjelaskan dengan baik kepada sumber modal.

Modalnya Rp . . . . . . . . . . . . . . .

Investasi
1. Rumah karyawan = Rp 7.000.000
2. Pondokan kandang Puyuh = Rp 5.000.000
3. Kandang puyuh = Rp 2.000.000
4. Puyuh umur 1 bulan 1.000 ekor = Rp 6.500.000
5. Watertank = Rp 5.000.000
6. Pipa nipple drink = Rp 1.000.000

Biaya Operasional
1. Pakan 1.000 @ 23 gram = 23 Kg, 23 Kg x 5.400 = 124.200/hari, 124.200 x 30 = Rp 3.720.000/Bulan
2. Listrik Rp 25.000
3. Pengemasan telur Rp 25.000


Total Modal Awal = Rp 30.270.000
Jadi total dana yang dibutuhkan adalah Rp 30.270.000. Ini dengan menggunakan lahan kosong dan harus membangun rumah untuk kariawan. Kalau kamu punya lahan di belakang rumah maka tidak perlu membangun rumah karyawan. Jadi lebih irit.

Selanjutnya berapa kira-kira uang yang bisa kita dapatkan dari usaha ini?
Pendapatannya Rp . . . . . . . . . . . . . .
Berdasarkan pengalaman rata-rata produksi telur puyuh sehari adalah 75% dari populasi. Ada yang bisa sampai 90% namun umur puyuhnya biasanya jadi pendek. Terutama yang berproduksi 2 telur sehari.

Berikut estimasi pendapatan puyuh.
Jumlah puyuh 1.000 ekor X 75% = 750 Butir.
750 butir x Rp 250 = Rp 187.500

Sedangkan untuk biaya perhari adalah :
Pakan 23 Kg @ 5.400 = Rp 124.200
Listrik = Rp 1.000
Air = Rp 1.000
Pengemas telur = Rp 5.000
Total = Rp 131.000

Keuntungannya Rp . . . . . . . . . . . . . . . .
Keuntungannya adalah Rp 187.500 - Rp 131.000 = Rp 56.500 / Hari.
Mungkin kamu berfikir keuntungan ini terlalu kecil, memang benar. Karena ini baru awal mula beternak jadi kami sarankan dimulai dengan 1.000 ekor.

Setelah 3 bulan berjalan, kamu bisa tambahkan puyuh baru. Ini kami sarankan karena dalam 3 bulan biasanya kamu sudah mulai berpengalaman. Selain itu pedagang dan pengepul juga sudah mulai mengenal usaha peternakan kamu. Dengan begitu usaha akan jauh lebih mudah.

Jika kamu langsung mulai dengan kapasitas 3.000 ekor, kamu akan kewalahan memasarkan telur-telur puyuh pada periode pertama. Kemudian belum lagi masalah-masalah teknis di kandang, pasar dan pendistribusian. Serta yang paling parah ketika terjadi kematian massal, maka kamu akan terkena rugi besar.

Oleh karena itu kamu harus sabar dulu dengan pendapatan 56.500 / hari. Kemudian setelah 3 bulan baru tambah pupolasi hinggan 3.000 atau lebih. Dengan begitu pendapatan kamu akan menjadi Rp 169.500 per hari. Semangat boleh tapi sabar perlu.

SAATNYA MEMBANGUN

Oke... sekarang kamu sudah mengerti kenapa kita mulai dengan skala 1.000 ekor dulu. Selanjutnya kita mulai membangun infrastruktur.

Kalau kamu tidak bisa membangun kandang sendiri, kamu bisa mencari tukang khusus yang memang sudah berpengalaman. Kamu bisa minta bentuk dan ukuran kandang yang kamu butuhkan. Agar memudahkan kamu berikut kami berikan contoh desain dan ukuran kandang puyuh.


Kandang Puyuh
Ukuran kandang puyuh biasanya adalah 80 (P) x 60 (L) x 50 (T). Ukuran ini dapat menampung 25 ekor puyuh dewasa (Layer). Kemudian kandang dibuat bertingkat hingga 5 tingkat sehingga dapat menampung 125 ekor puyuh per rak.

Bentuk kandang bisa dibuat seperti gambar di bawah ini (Sumber : memilihbibitpuyuh.blogspot.com)
Ternak Puyuh
Lantainya agak miring ke depan dengan kemiringan sekitar 10 derjat. Tujuan agar telur langsung menggelinding keluar dan gampang untuk dikoleksi.

Paralon digunakan untuk tempat pakan puyuh. Sedangkan untuk minumnya digunakan nipple drink. Dengan menggunakan nipple drink ini air minum lebih bersih dan kandang tidak basah

Untuk bagian dindingnya gunakan saja bambu. Harganya lebih murah bahkan bisa gratis. Sedangkan untuk bagian tulang memang harus menggunakan kayu yang bagus.

Pondok / Minihall
Adapun bentuk pondok kandang puyuh bisa dibuat dengan bentuk seperti berikut. Contoh gambar berasala dari salah satu website peternakan terkenal yaitu binatang.net
Beternak Puyuh yang Benar

Dinding-dinding pondok terbuat menggunakan bambu. Hanya bagian-bagian tulangnya saja yang menggunakan kayu seperti yang sudah kita bahas di atas.

Watertank
Bangun water tank seperti gambar di bawah ini untuk mensuplai kesediaan air. Sumber gambar dari dbo.co.id.
Teknologi Ternak puyuh
Water tank ini di alirkan ke bagian kandang dan juga ke kamar mandi. Gunakan air sumur agar lebih hemat. Volume air dalam water tank ini minimal sebesar 1.000 liter.

Demikianlah panduan usaha peternakan puyuh. So... Kapan kamu akan membangun usaha peternakan puyuh kamu?

Postingan terkait:

9 Tanggapan untuk "Studi Kasus Ternak Puyuh"

  1. Kenapa harus 1000 ekor mas? Kalo 100 ekor dulu gimana? Saya pengin tau ilmunya mas soal ternak puyuh itu..

    ReplyDelete
  2. Kenapa harus 1000 ekor mas? Kalo 100 ekor dulu gimana? Saya pengin tau ilmunya mas soal ternak puyuh itu..

    ReplyDelete
  3. Selamat pagi mas Srengengening Arjuna.
    Terima kasih atas pertanyaannya, semoga faterna.com memberikan manfaat dan menambah wawasan anda tentang seluk beluk dunia peternakan.

    Mengenai pertanyaan anda "Kenapa harus 1000 ekor mas? Kalo 100 ekor dulu gimana? Saya pengin tau ilmunya mas soal ternak puyuh itu.."
    kami rasa ini merupakan pertanyaan yang cukup bagus. Kalau anda saat ini sedang berencana memelihara 100 ekor puyuh namun masih ragu,
    kami akan membantu dan memberikan anda pemahaman mengenai analisa usaha peternakan puyuh ini.

    Mari kita analogikan bila anda memelihara 100 ekor puyuh. Dengan produksi 100% maka anda akan mendapatkan 100 butir telur per hari.
    harga telur puyuh saat ini adalah Rp 210 per butir. Berarti dalam satu hari anda akan menerima Rp 21.000 dari penjualan puyuh.
    Kemudian dikurangi biaya pakan Rp 12.650 (2,3Kg gram x 5.500/ Kg).
    Dengan begitu keuntungan yang anda dapatkan adalah Rp 8.350 per hari. Kami rasa ini jumlah yang sangat kecil.

    Sekarang mari kita lihat bila anda memelihara 1000 ekor puyuh dengan produksi 80% saja. Dengan begitu anda akan mendapatkan telur 800 butir per hari.
    Dengan harga 210/butir anda penerimaan dari penjualan adalah Rp 168.000 per hari. Dikurangi biaya pakan sebesar Rp 126.500 (23 Kg x Rp 5.500)
    berarti keuntungan yang anda dapat adalah Rp 41.500. Ini jumlah yang cukup memuaskan bagi untuk seorang pemula.

    Dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa kalau anda memelihara 100 ekor maka anda mendapat Rp 8.350 per hari. Namun kalau anda memelihara 1.000 ekor puyuh
    maka anda mendapatkan Rp 41.500 per hari. Inilah mengapa kami sangat merekomendasikan untuk memulai dengan skala 1000 ekor puyuh.

    ReplyDelete
  4. permisi mas mau numpang nanya..
    saya baru mau memulai ternak puyuh tapi masih banyak hal yg perlu dipelajari, soalnya saya masih awam dalam dunia peternakan.
    jumlah 1000 ekor itu minimal ya untuk memulai..? soalnya saya mau memulai dengan 500 ekor rencananya. kalau mau pelihara dari doq 1 hari, apa nanti kalau sdh keliatan jenis kelaminnya harus dipisahkan atw gimana..?
    mohon bantuannya, terima kasih..
    kalau ada kontak WA atw pin BB boleh donk di share :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih mas "Unknown" (wah lupa nih ngetik namannya ya) ^_^

      Sebenarnya kalau mau mulai dari 500 ekorpun bisa saja mas. Namun untuk keuntungan yang didapatkan sangat tipis sekali.
      Begini... Andaikan produksi peternakan puyuh mas 100% berarti telur keluar 500 butir. Jika keuntungan per butir Rp 50 berarti sehari kita hanya untung Rp 25.000.

      Tapi kalau produksi 1000 butir X 50 = Rp 50.000
      Jauh lebih untung pelihara 1000 ekor.
      (Ini jika produksi 100% ya, belum kalau hanya 70% atau kurang)
      Jadi kalau mau dijadikan usaha utama sebaiknya pelihara minimal 1000 ekor.
      Kan lumayan 50.000 per hari rasanya cukuplah untuk ngepulin dapur. Apalagi kalo mas masih bujangan ^_^
      Tapi kalau punya anak bini... sebaiknya di atas 2.000.

      Sekarang kalau pelihara 500 ekor boleh nggak?
      Boleh :-bd
      Ada kok mitra kita yang pelihara 500 ekor di sudut dapurnya.

      Tapi ini untuk coba-coba dulu... yaah paling tidak, sampai mas pahamlah apa kegiatan sehari-harinya dan bagaimana tips pencegahan penyakitnya.
      Andai kata banyak yang mati... Paling tidak mas tidak rugi hingga puluhan juta.


      Anyway... lokasinya dimana ya mas?

      Delete
    2. terima kasih masukannya mas...
      sebenarnya saya bisa dibilang "mau coba-coba" dulu, karena saya masih awam mas,niatnya mau mempelajari prakteknya dulu gimana sebelum memulai dengan skala yg lebih besar..
      saya lokasi di sudut kota kalimantan timur mas, tepatnya nya kabupaten paser, dan saya sekarang terkendala masalah dimana saya mencari bibit puyuh, kebetulan yg didaerah sini cuma mau menjual yg sudah produksi dan saya pun kepikiran mau mulai dari puyuh yg sudah produksi aja jadinya, tapi menurut mas bagusnya saya mulai dari bibit atw yg sudah siap produksi aja ya..
      btw masukin namanya dimana yak..

      Delete
  5. Untuk coba-coba dan mempelajari teknik budidaya memang paling pas dimulai dari skala 500 ekor mas Daniel. Nanti tanpa disadari mas akan mahir sendiri melaksanakan budidaya puyuh ini. Terutama dalam membuat pakan murah (Mas daniel bisa baca cara membuat ransum puyuh yang murah)

    Nah...


    Setelah mahir inilah moment untuk meingkatkan kapasitasnya.

    Mulai dari bibit (DOQ) atau yang sudah Produksi?
    Saran saya sebaiknya mulai dari yang sudah produksi saja mas.
    Pertimbangannya begini... Kalau pelihara yang sudah produksi nanti (paling lama) seminggu setelah masuk kandang kita akan mulai panen. Secara psikologis kita akan menjadi bersemangat untuk menjalankan budidaya puyuh.

    Seiring dengan itu... telur-telur yang sudah dipanen tersebut sudah bisa mulai dipasarkan. Tidak perlu muluk-muluk, cukup pasarkan saja ke warung2 sekitar rumah mas daniel dulu. Yaah... lumayan lah untuk ajang promosi.
    Setelah semua lancar dan teknis sudah mahir... baru penetrasi ke pasar yang lebih besar. Kalau perlu MoU dengan rumah makan atau usaha Ketring.
    Waaah makin jos itu mas Daniel.

    Silahkan masukan Nama dan emailnya di kolom Subscribe mas Daniel. Ada di bagian kanan atas dari halaman ini. Nanti mas akan langsung dapat update terbaru dari faterna.com (mas Daniel akan jadi orang pertama yang saya kirimkan... hehe)

    ReplyDelete
  6. Bagus sekali Artike Mas..penulisnya juga gk pelit bagi2 ilmu..hehee. ..Semangat dan sukse selalu buat mas penulis. 😁😀😃😀
    sya sbenarnya juga tertarik beternak puyuh..dan sekarang msih dlam proses mengumpulkan Modal..semoga aja bisa jadi pengusaha sukses di bidang peternakan ini...Aamiinn. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih mas Budi Wijaya...
      Apresiasinya sangat membuat saya bersemangat. Terutama untuk membantu perkembangan peternakan Indonesia menjadi lebih maju lagi.

      Semoga cepat terkumpul juga mas modalnya... Jadi bisa startup secepatnya bisnis puyuh mas Budi.
      Tapi sambil mengumpulkan modal saya sangat menyarankan untuk tetap konsisten mengembangkan ilmu beternak puyuhnya. Jadi kalo modal sudah ada ya tinggal jalan aja usahanya.

      Delete