Cara Beternak Lebah


Pada saat pertama kali berencana memulai usaha budidaya lebah madu... Kita merasa sangat bersemangat dan tidak sabar untuk segera memulainya bukan?

Hal ini wajar... Apalagi setelah melihat peluang usaha yang sangat menggiurkan ini. Banyak orang yang jadi On-Fire dibuatnya.

Budidaya lebah madu bagi pemula memang terlihat menyenangkan... Selain bisa mendapatkan penghasilan (uang) dari penjualan madu... kita juga mendapatkan produk lainnya berupa lilin dan propolis.

Kedua poduk ini banyak dicari oleh pasar... Karena manfaatnya sangat banyak.

Walaupun demikian... Kita tetap harus tenang dan teliti... Agar berhasil dalam menjalankan usaha budidaya lebah. Kita harus mengetahui bagaimana SEBENARNYA cara budidaya lebah madu yang baik dan benar.

Sengaja saya tekankan kata “SEBENARNYA” di atas...

Karena di luar sana ada banyak orang yang memberikan panduan cara beternak lebah... tapi setelah membacca panduannya justru membuat pembaca menjadi bingung.

Bahkan panduanny ada yang salah... Akibatnya orang yang tidaak tau dan baru pertama kali melaksanakan budidaya lebah menjdai gagal.

Oleh karena itu melalui artikel ini kami (terutama saya penulis) ingin tulisan ini memberikan petunjuk kepada setiap orang yang ingin memulai usaha ternak lebah. Bila dalam penjelasan ini nantinya ada kekurangan ataupun ada yang kurang jelas... silahkan hubungi kami kapan saja (24 hours 7 days). Yuk kita lanjut...


PERSIAPAN - Sebelum Beternak Lebah

Sebelum memulai peternakan lebah... Kita selaku peternak lebah madu perlu menyiapkan dulu hal-hal yang dibutuhkan nantinya. Seperti Program Kerja, Alat dan Bahan hingga biaya budidaya ternak lebah.
  1. Program Kerja
  2. Alat dan Bahan
  3. Ada beberapa Alat dan Bahan yang akan kita gunakan, diantaranya adalah perangkap ratu, karung perangkap koloni sarang, pisau, ember pembawa sarang lebah, pengasapan dan kotak stup.
  4. Biaya
  5. Biaya yang digunakan untuk usaha budidaya lebah madu ini lebih kuran Rp X XXX XXX 
     
     

MULAI - Beternak Lebah

Setelah semua persiapan sudah oke... Sekarang kita bisa mulai beternak lebah.
Pertama dimulai dengan kotak stup.

1. Menyiapkan Kotak Stup


Kotak Stup
Untuk kamu yang belum tau apa itu Kotak Stup berikut penjelasannya.
Kotak stup adalah sebuah kotak kayu dengan ukuran 30 x 30 x 30 sentimeter yang berfungsi sebagai tempat sarang lebah.

Di dalam Kotak Stup ini terdapat 7-9 frame yang menggantungkan sarang lebah asli (yang berbentuk hexagonal).

Selain sebagai tempat meletakan sarang lebah... Kotak Stup juga berfungsi sebagai tempat berlindung lebah dari air hujan, terik matahari serta serangan predator.

Bentuk Kotak Stup lebih kurang seperti ini :
shadowwingsfarm.com

Sedangkan bentuk frame-nya seperti ini :
mclendons.com

Gimana? Kamu sudah mulai paham kan dengan Kotak Stup?

Memahami Kotak Stup saja tidak cukup... Apa gunanya kita paham tapi barangnya tidak ada? Sama saja dengan bohong bukan?

Oleh karena itu... Kita harus memiliki Kotak Stup tersebut.

Untuk memiliki Kotak Stup ini bisa dengan dibeli atau dibuat sendiri.

Bagi yang baru pertama kali beternak lebah... kami sarankan untuk membeli. Bukannya mau promosi atau apa yaa ^_^

Tapi tujuannya adalah untuk meminimalisir resiko kegagalan dan menghemat waktu.

Bagaimana bisa?

Begini analoginya... Seandainya kamu membuat sendiri Kotak Stup dan terjadi kesalahan dalam teknik pembuatannya... Otomatis kamu harus mengulang lagi membuat yang baru.

Dengan begitu kamu telah rugi daari segi bahan pada pembuatan pertama... Setelah itu kamu juga rugi dari segi waktu karena harus mengulang lagi membuat kotak stup.

Waktu yang kamu gunakan untuk membuat Kotak Stup pertama telah terbuang sia-sia seiring kegagalan tersebut... Padahal waktu yang terbuang itu semestinya bisa kamu manfaatkan untuk menangkap ratu lebah dan koloninya.

Sudah Pahamkan?

Lalu dimana tempat membeli Kotak Stup untuk sarang lebah?

Untuk membeli Kotak Stup silahkan hubungi kami dengan melalui email... Kami akan respon secepat respon secepatnya.

“Nggak usah deh gan... Ane coba bikin sendiri aja. Jangan marah ya gan karena nggak beli... hehe.”

Ya ngga apa-apa gan... Untuk membantu agan yang ingin membuat Kotak Stup sendiri, sudah ane siapkan panduan tentang Cara Membuat Kotak Stup Sarang Lebah.

Sebelum membeli atau membuat Kotak Stup sarang lebah... kamu perlu mengetahui apa saja kriteria-kriteria Kotak Stup yang baik.
Kriteria Kotak Stup Lebah yang baik :
  • Isi frame dalam satu kotak stup 7-9 buah
  • Ukuran sekitar 30 x 30 x 30 cm
  • Mampu melindungi sarang lebah
  • Nyaman bagi lebah untuk melaksanakan aktifitasnya
Sekarang kamu telah memiliki Kotak Stup sarang lebah. Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah penempatan kotak stup.

Penempatan Kotak Stup

 Kotak stup tidak bisa diletakan di sembarang tempat saja... Harus dipelihara dan ditempatkan di tempat-tempat yang sesuai. Jika tidak ditempatkan dengan baik maka lebah bisa pergi meninggalkan sarang atau mati.

Adapun cara menempatkan Kotak Stup yang benar adalah dengan menghadapkan pintu (lubang) masuk lebah ke arah matahari terbit (arah timur).

Tujuan untuk membuat Kotak Stup terpapar oleh cahaya matahari pagi.

Matahari pagi sangat baik untuk lebah... Pancaran sinar matahari pagi dapat membunuh bakteri dan hama penyakit lebah. Selain itu juga dapat menjaga agar Kotak Stup tidak lembab.

Sedangkan untuk masalah ketinggiannya... Kotak Stup stup berada pada ketinggian (minimal) 35 cm dari permukaan tanah... Kira-kira setinggi lutut orang dewasa. Untuk menempatkan Kotak Stup pada ketinggian tersebut... Kita membutuhkan butuh meja atau tonggak khusus yang dapat menopang Kotak Stup untuk berada 35 cm dari permukaan tanah.

2. Menyiapkan Tanaman Pakan


Tanaman Pakan Lebah

Tanaman sumber pakan merupakan faktor yang sangat menentukan kelangsungan suatu peternakan lebah.
Tanpa adanya tanaman sumber pakan yang baik dan cukup untuk lebah, peternakan lebah akan gagal ditinggalkan oleh seluruh koloni lebah.

Ini terjadi karena insting dasar lebah... Bila tidak ada makanan di sekitar sarangnya ia akan pergi mencari ke tempat lain yang ada banyak tanaman sumber pakannya.

Tentu ini sangat berbahaya bagi usaha peternakan lebah kita... Untuk mencegah hal tersebut maka kita harus memastikan bahwa di sekitar lokasi peternakan kita terdapat banyak tanaman sumber pakan lebah.
Kalau perlu sediakan tanaman-tanaman yang sangat disukai oleh lebah.

Berikut beberapa jenis tanaman yang merupakan sumber pakan lebah.

Bunga Matahari
pixabay.com

Bunga Dandelion
pixabay.com

Tebu
pixabay.com

Karet
pixabay.com

Aren
jualanekatanaman.wordpress.com

Mangga
pixabay.com

Alpokat
kebunbibit.id

Kopi
guruilmuan.blogspot.co.id

Tembakau
pixabay.com

Kelapa
pixabay.com

Belimbing
gemawirausaha.blogspot.com

Rambutan
dzargon.com

Wijen
infotanaman.blogspot.com

Durian
juragancipir.com


Perawatan Tanaman Pakan

Merawat tanaman pakan untuk lebah tidaklah sulit... Setelah tanaman yang kita tanam tumbuh dan berkembanga hingga memproduksi serbuk sari kita hanya perlu merawatnya saja.

Menyiang – Ini merupakan kegiatan membersihkan tanaman pakan dari jangkauan semak-semak belukar seperti akar tanaman dan lain-lain. Cukup dilakukan sekali dalam 2 minggu saja. Jangan sampai tanaman pakan dijangkau oleh akar tanaman maupun semak belukar.

Menyiram – Ini sudah menjadi kegitan rutin yang perlu dilakukan setiap pagi dan sore.

Memupuk – Agar tanaman pakan dapat tumbuh dengan cepat maka harus kita pupuk. Gunakan saja feses dari hewan ternak seperti ayam, puyuh, sapi, kambing ataupun urin kelinci. Tanaman pakan dipupuk sekali sebulan saja.


3. Menangkap Ratu Lebah

Setelah kotak stup dan tanaman disiapkan... Selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menghadirkan lebah di dalam lokasi peternakan ini. Tertama di dalam kota stup.

Namun bagaimana caranya?

Pertama kita harus tau dulu prinsip dasar tentang koloni lebah. Prinsipnya yaitu Ratu Lebah Adalah Pemimpin Koloni.

Bila di dalam sebuah rumah tangga yang menjadi pemimpin biasanya adalah laki-laki (Ayah). Sebaliknya dalam koloni lebah yang menjadi pemimpin justru perempuan atau betina yaitu ratu lebah.

Seluruh koloni akan mengikuti perintah ratunya. Bila diperintahkan untuk mencari makan maka pekerja akan pergi ke luar sarang mencari nekhtar. Bila ada serangan predator lebah dengan kompak akan menyerang predator tersebut.

Tidak hnaya itu, koloni juga akan mengikuti kemanapun ratu lebah akan pergi dan membuat sarang.

Pahamkan prinsip dasarnya?

Nah... Prinsip dasar inilah yang akan kita manfaatkan untuk menghadirkan koloni lebah liar ke dalam peternakan kita. Caranya yaitu dengan menangkap sang ratu dan kemudian dibawa pergi ke peternakan kita kemudian dimasukan ke dalam kotak stup.

Dengan sendirinya... kemudian koloni akan mengikuti ratu ke dalam stup.

Apa yang dijelaskan di atas hanyalah garis besar saja... Untuk lebih jelas mengenai teknik menangkap ratu lebah sebaiknya baca Cara Menangkap Ratu Lebah yang Mudah.

Setelah membaca artikel ini kamu akan paham dan bisa menangkap ratu lebah sendiri.


4. Memelihara koloni lebah

Keberadaan koloni lebah adalah hal yang sangat vital dalam budidaya peternakan lebah. Namun tidak ada yang bisa menjamin bahwa koloni lebah akan bisa hidup bertahan lama di peternakan kita.

Salah satunya adalah ancaman penyakit.

Secara umum penyakit lebah cukup jarang terjadi di Indonesia. Penyakitnya lebih banyak terjadi di wilayah eropa yang beriklim subtropis. Untungnya kita di Indonesia memiliki iklim tropis.

Beberapa penyakitnya yang sering menyerang lebah yaitu Foul Brood, Chalk Brood, Stone Brood, Addled Brood, Acarine, Nosema & Amoeba.

Semua penyakit diatas rata-rata disebabkan oleh bakteri dan virus. Untuk mengobati penyakit pada lebah hingga saat ini masih belum diketahui... karena belum banyak penelitian para ahli yang fokus ke arah ini.

Karena obatnya cukup sulit oleh karena itu kami merekomendasikan para mitra kami untuk mencegah terjadinya penyakit di atas. Adapun Cara mencegah penyakit lebah yaitu :

1. Menjaga kebersihan lahan peternakan.

Jaga agar di sekitar lahan tidak ada bangkai hewan. Dari bangkai hewan ini mengundang bakteri dan virus yang dapat mengancam kesehatan lahan peternakan lebah kita...

Sebaiknya bangkai hewan di bakar dalam sebuah lubang khusus. Ini adalah tindakan terbaik. Dengan dibakar bakteri daan virus patogen biasanya akan mati hingga ke spora.

Ingat pembakaran ini jangan dilakukan dekat dengan lokasi peternakan... karena bila asap pembakaran sampai ke sarang lebah, maka lebah akan pergi dan meninggalkan sarang.

2. Menjaga kebersihan kotak stup.

Kotak stup yng bersih adalah kotak yang kering (tidak bocor dan dirembesi air hujan) dan tidak dimasuki semut.

Jadi selama kotak stup masih dalam kondisi ini berarti kotak masih bersih... Mungkin saja ada beberapa helai daun-daunan yang masuk ke dalamnya... Nah daun ini harus dibuang.

3. Gunakan peralatan yang higienis

Walaupun usaha yang kita jalankan masih dalam skala kecil tapi kita tetap harus menggunakan peralatan yang higienis. Setiap menggunakan alat sebaiknya dicuci dulu. Kalau perlu gunakan disinfektan khusus.


5. Pembibitan Lebah

Untuk memahami pembibitan lebah... kita harus mengetahui tentang siklus hidup lebah. Mulai dari semenjak lahir hingga menjadi dewasa.

Bila kita lihat sapi... Setelah dilahirkan oleh induknya ia akan tumbuh dan berkembang seperti saat dilahirkan. Pertumbuhannya lebih cendrung kepada pertumbuhan bobot badan sapi tersebut. Tidak ada metamorfosa khusus.

Sedangkan lebah ia memiliki perubahan bentuk tubuh yang sangat variatif. Mulai semenjak ditetaskan oleh ratu dalam bentuk telur... Lalu kemudian menjadi larva... Setelah itu berubah lagi menjadi larva dan terakhir menjadi lebah dewasa.

Penjelasan di atas mungkin terlalu singkat untuk memahami pembibitan lebah ini... Agar lebih jelas mengenai siklus hidup lebah tersebut silahkan baca Siklus Hidup Lebah Madu dari Telur Hingga Dewasa.

Oke... Kalau kamu telah membaca Siklus Hidup Lebah Madu sekarang kita lanjutkan pembibitan lebah madu.

Bila kita ingin membibitkan lebah madu maka itu berarti bahwa kita ingin koloni lebah melahirkan (menetaskan) ratu baru.


Namun biasanya bila lahir ratu baru dalam suatu koloni... biasanya ratu lama dan ratu baru akan saling membunuh hingga salah satu mati.

Tugas kita yang ingin mengembangkan populasi lebah ini adalah memisahkan kedua ratu ini di sarang yang berbeda. Dengan begitu ratu lebah lama tidak tetap dapat melanjutkan hidupnya... Sedangkan ratu baru juga bisa memulai hidup baru tanpa mengganggu ratu lama.

Berikut tahap-tahap pembuatan koloni brau

  1. Ambil larva yang akan menjadi calon ratu baru
  2. Pindahkan larva tersebut ke dalam potongan royal jelly khusus dan isi dengan madu
  3. Letakan potongan frame tersebut di dalam kotak super
  4. Pisahkan kotak super dengan kotak ratu yang lama. Caranya dengan menempatkan ratu yang lama di dalam bagian bawah. Sedangkaan kotak calon ratu yang baru (kotak super) diletakkan di atasnya. Pastikan lebah pekerja dapat mengakses kotak super
  5. Diamkan selama 11 hari hingga larva menjadi pupa
  6. Setelah ratu lebah yang baru lahir... Tempatkan pada koloni baaru yang belum ada ratunya. Dengan begitu ia akan langsung diangkat menjadi ratu baru
  7. Setelah seminggu kemudian biasanya ratu lebah sudah siap dikawini
Agar lebih memahami tentang fase perkembanga lebah dan waktu yang dibutuhkan setiap fasenya... silahkan amati infografis di bawah ini.



6. Panen Madu

Ini adalah saat-saat yang ditunggu oleh peternak lebah. Dimana bisa mandapatkan penghasilan setelah susah payah membudidayakan lebah liar.

Secara teknis memanen madu sangat mudah dilakukan... Cukup dengan mengeluarkan frame satu per satu dari kotak stup lalu diperas.

Pemerasan yang dimaksud disini bukanlah seperti memeras baju saat dicuci. Tapi dengan menggunakan alat khusus dan menggosok sarang lebah tersebut hingga madu keluar...

Kemudian dituangkan ke dalam wadah khusus. Setelah itu baru dikemas per botol.

Selain itu ada juga dengan cara press... Seluruh sarang lebah dibersihkan dulu kemudian setelah itu seluruh sarang yang akan di ambil madunya dimasukan ke dalam alat press. Setelah itu press madu dan otomatis madu akan keluar.

Berikut alat press madu yang biasa digunakan di Indonesia
gudaanglebah.com

foto.tempo.co


Postingan terkait:

4 Tanggapan untuk "Cara Beternak Lebah"

  1. Assalamualaikum, boleh tahu no telp yang bisa saya hub untuk tanya tanya masalah ternak lebah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan kontak kita melalui kolom komentar ini saja gan. Kalau untuk nomor HP memang sengaja tidak kami bagikan demi menjaga kenyamanan saya pribadi.

      Nso.. kirimnya ke kolom komentar ini aja ya

      Delete
  2. Bagaimana cara pemesanan setup lebah gan? Tlg diinfo email untuk pemesanan, email saya roganda.tamba@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. anyway agan butuh berapa unit stup untuk beternak lebah?
      Nanti akan kami kirimkan informasi lengkap beserta harganya.

      Kirimkan Jumlah stup yang diinginkan, alamat penerima, nama lengkap, no hp, dll

      Delete