Arti Sebuah Pensil


Arti Sebuah Pensil

Arti Sebuah Pensil - Hari ini perkembangan teknologi benar-benar sangat pesat. Mulai dari teknologi mesin, elektronik, pendidikan, kedokteran hingga ke dunia olahraga. Pengaruhnya menyentuh seluruh sisi kehidupan manusia. Contohnya saja motor. Dulu untuk menempuh perjalanan antar kota orang harus berjalan kaki selama berhari-hari dan bahkan berminggu-minggu. Sekarang setelah adanya motor (yang merupakan produk teknologi) perjalanan antar kota hanya ditempuh dalam hitungan jam saja.

Selama ini saat mendengar kata-kata teknologi yang terlintas di dalam benak kita adalah alat-alat mesin dan elektronik. Seperti HP, Laptop, Printer, TV, mobil, traktor, radio dan alat elektronik lainnya. Padahal arti teknologi tidak hanya sebatas itu saja. Ia memiliki arti yang lebih luas.

Kita lihat semangka kuning, itu juga termasuk teknologi. Salah satu contoh dari sektor pertanian. Dulu semua semangka yang ada berwarna merah. Setelah diadakan penelitian oleh para ahli lalu munculah semangka berwarna kuning. Lihat lagi alat USG yang digunakan dokter untuk memeriksa kandungan ibu hamil. Ia juga bagian teknologi. Dulu tidak ada yang bisa melihat kondisi kandungan. Sekarang kita bisa melihat melalui monitor. Ada banyak sekali jenis teknologi di dunia ini. Oleh karena kita harus membuka fikiran kita dan menyadari bahwa teknologi memiliki arti yang sangat luas.

Setelah panjang berbicara tentang teknologi, lalu bagaimana semua itu bisa tercipta?

Faktanya semua teknologi berawal dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan diturunkan oleh nenek moyang terdahulu kepada anak dan cucunya. Dari generasi ke generasi ia diturunkan secara konsisten. Ilmu pengetahuan ini tidak hanya diturunkan dari melalui cerita-cerita saja, namun juga dituliskan dalam media-media tulis pada masanya. Ada yang ditulis di batu, di kulit hewan, di dahan pohon hingga sampailah hari ini tulisan tersebut kita temukan di atas kertas.

Disinilah sejarah pensil di dunia mulai terukir. Setiap ilmu dan pengalaman yang didapatkan oleh nenek moyang dulu mereka tuliskan. Tujuannya agar generasi selanjutnya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kemudian juga untuk memberi ruang kepada generasi baru untuk melalakukan penelitian termutakhir.

Sekarang angka kematian yang diakibat oleh penyakit kolera sudah jauh berkurang bila dibandingkan 25 tahun yang lalu. Dulu sebentar-sebentar terdengar kabar orang meninggal karena sakit perut (Kolera). Dengan mempelajari penyebab penyakit ini, kemudian manusia mulai mengetahui (ilmu) apa yang menyebabkan penyakit kolera dan menghindari segala penyebab tersebut.

Inilah ilmu yang sesungguhnya. Ia benar-benar memberikan manfaat dan perubahan besar bagi seorang individu. Setiap informasi dan data dituliskan dengan rinci dan rapi. Bayangkan bila tidak ada pensil atau pena untuk menuliskan tentang penyebab penyakit kolera tersebut. Mungkin hari ini masih sama seperti zaman dahulu. Setiap hari kita mendengar kematian seseorang yang disebabkan penyakit kolera.



Ilmu Pengetahuan dan Pensil


Pensil sangat menentukan nasib suatu bangsa. Di Indonesia anak-anak SD (sekolah dasar) pertama kali belajar diperkenalkan dengan pensil. Bukan pena. Tujuannya bila siswa ini salah menuliskan huruf atau angka, maka bisa dihapus kembali menggunkan penghapus.

Walaupun sekilas terlihat sederhana, ternyata prinsip ini memiliki makna yang sangat dalam. Setiap siswa pasti akan melakukan kesalahan (terutama yang baru masuk sekolah). Namun walaupun salah, tetapi tetap harus berusaha memperbaikinya menjadi lebih baik lagi. Gunakan alat penghapus dan hapus huruf yang salah. Kemudian jangan berhenti, tapi lanjutkan belajar menulisnya.

Pensil Staedler Untuk Anak Sekolah
 Makna yang sangat dalam untuk mengajarkan tentang arti perjuangan. Anak yang belajarpun tidak akan merasa terpaksa untuk belajar. Ini adalah sistem yang bisa dikatakan ideal.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Arti Sebuah Pensil"

Post a Comment